Rabu, 28 Maret 2012

bersenjata lengkap,Aparat jebloskan Bupati Subang ke bui



Baban Ganda purnama - detikNews
Rabu, 28/03/2012 09:53 WIB
Jakarta, Bupati Subang nonaktif Eep Hidayat dijemput penyidik Kejati Jabar di kediamannya yang berada di Subang, Jawa Barat, Rabu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Petugas kejaksaan dan polisi bersenjata lengkap langsung memboyong Eep ke Lapas Sukamiskin Bandung.

"Dini hari itu sekitar 20 petugas Kejati Jabar dan puluhan polisi bersenjata lengkap mendatangi dan menjemput Eep untuk eksekusi," kata penasihat hukum Eep,Abdy Yuhana saat dihubungi detik, Rabu (28/3/2012).

Ia menjelaskan, kedatangan petugas Kejati Jabar dan aparat kepolisian itu mengejutkan Eep. Bahkan, setiba di rumah itu, petugas kejaksaan berteriak-teriak. "Mereka menghitung 1 sampai 10 agar Eep keluar," ucapnya.

Eksekusi tersebut tidak mendapat perlawanan dari Eep dan simpatisannya. Sejak semula, kata Abdy, kliennya tersebut tetap patuh pada aturan hukum.

Abdy menuturkan, setelah dijemput dari Subang, Eep disinggahkan sebentar di kantor Kejati Jabar. "Tadi jam lima pagi langsung ke Lapas Sukamiskin," ucap Abdy.

Sebelumnya, pada Senin (26/3/2012) Kejati Jabar melakukan panggilan penahanan untuk Eep. Namun saat itu Eep tak datang tanpa alasan jelas.

Mahkamah Agung (MA) memutuskan Eep bersalah dan harus mendekam di penjara selama 5 tahun. Selain itu dia juga didenda Rp 200 juta serta subsider 3 bulan penjara dan wajib mengembalikan uang negara sebesar Rp 2,548 miliar. Putusan ini dibuat oleh majelis kasasi yang terdiri dari Artidjo Alkostar sebagai ketua didampingi anggota Leo Hutagalung dan Syamsul Chaniago.

(bbn/asp)

Selasa, 06 Maret 2012

GIGIT SANDAL:Sosiolog Nilai aksi Bupati Subang Tidak mendidik.


JAKARTA- Bupati nonaktif Subang, Jawa Barat, Eep Hidayat, menggigit sandal di depan Gedung Mahkamah Agung (MA). Aksi tersebut sebagai bentuk protes terhadap Mahkamah Agung yang memutus bersalah dirinya di tingkat Kasasi.

Sosiolog Universitas Indonesia Musni Umar menilai aksi tersebut tidak mendidik.

“Sebagai seorang yang punya kekuasaan seharusnya memberi contoh bawahan dan rakyatnya,” kata Musni, Senin (5/3/2012) malam.

Musni menyayangkan aksi orang nomor satu di Subang, Jawa Barat tersebut. Seharusnya sebagai kepala daerah, Eep dapat memberikan contoh mendidik dalam menghormati putusan hukum yang dikeluarkan MA.

“Walau sudah ada keputusan dari MA, ada upaya Peninjauan Kembali (PK). Tapi dia melakukan contoh yang jelek sekali sebagai seorang pejabat, tidak mendidik masyarakat,” jelas Musni.

“Suka atau tidak suka keputusan hukum harus tetap dihormati. Saya mengecam tindakan yang dilakukan itu,” imbuhnya.

Lebih lanjut Musni memaparkan, dari aksi gigit sandal Bupati Subang di depan Gedung MA, membuktikan bahwa penguasa di Indonesia tidak siap dengan konsekuensi hukum yang melilitnya.

“Tidak ada kesiapan mental dari pejabat, tidak siap berdemokrasi, tidak siap menegakan keadilan, maka terjadilah hal seperti itu. Dikira bupati tidak dihukum,” jelasnya.

Seperti diketahui, MA memutus Eep bersalah dan harus mendekam di penjara selama 5 tahun. Selain itu dia juga didenda Rp200 juta serta subsider 3 bulan penjara dan wajib mengembalikan uang negara senilai Rp2,548 miliar. Putusan ini dibuat oleh majelis kasasi yang terdiri dari Artidjo Alkostar sebagai ketua didampingi anggota Leo Hutagalung dan Syamsul Chaniago.

Putusan ini membalik jalan politik Eep. Sebab sebelumnya Pengadilan Tipikor Bandung memvonis bebas atas perkara korupsi Biaya Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan (BP PBB) Pemerintah Kabupaten Subang tahun 2005-2008 senilai Rp2,5 miliar. detikcom

Minggu, 04 Maret 2012

KUNJUNGAN KANG AGUS MASYKUR.ke Cipunagara


Wakil ketua DPRD KAB SUBANG dari praksi PKS ,Agus Masykur rosadi MM,SSi di daulah jadi penguji agenda tahunan khotmilquran.


Di DTA NURUL IHSAN dusun jambu Desa Sidajaya kec Cipunagara.
Pada kesempatan itu memberikan apresiasi pada pengurus dewan pengajar yang telah begitu banyak pengorbanannya dalam merintis kegiatan awalnya berdiri DTA NURUL UHSAN hingga bertahap hingga mampu memberikan kepercayan masyarakat sekitar memberi dukungan baik itu moril dqan material .
Dengan menitipkan anak anaknya dari mulai PAUD,DTA Serta adanya pembinaan anak remaja,yang cenderung labil dan malas ketika setelah lepas menyelesaikan pendidikan dasar atau SMP,Yang sekarang sudah hampir langka di kota kota kata beliau menambahkan.
Pada sambutannya untuk para santri khotmilquran belia memberi motivasi bagaimana pembelajaran dari mula mula hanya membaca terbata bata hingga mampu punya targetan perhari satu zuj dilanjutkan dengan mampunya menghapalkannya,yang mampu mensinergikan dengan kemampuan intelektual,kecerdasan emosional.
"Yang terbaik diantara kalian adalah yang mempelajari al-quran dan mampu mengajarkannya".
Pada kesempatan sambutan lain dari ketua yayasan Pelita qolbu,ust Wawan Kusnawan mengenalkan Agus masykur untuk mengemban amanah masyarakat untuk maju di PIlKada BUPATI nanti,serta mohon doa restu dari hadirin yang hadir yang hampir tiga ratus orang .
Diakhir acara diadakan photo bareng bersama segenap pengurus dan warga yang penuh antusias dan di afresiasi oleh Ust Agus Masykur.